Hipertensi Bisa Terjadi di Usia Muda

Kesibukan kuliah, pekerjaan pertama, kurang tidur, makanan praktis, atau jarang berolahraga sering membuat kesehatan terasa seperti urusan nanti. Padahal, memperhatikan tekanan darah sejak muda merupakan salah satu langkah sederhana untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang.

 

Apa Itu Hipertensi?

Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah di dalam pembuluh darah terus-menerus berada pada tingkat yang terlalu tinggi. WHO mendefinisikan hipertensi pada orang dewasa sebagai tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg, yang terkonfirmasi melalui pengukuran pada dua hari berbeda. [1]

Tekanan darah ditulis dengan dua angka. Angka pertama adalah tekanan sistolik, yaitu tekanan ketika jantung memompa darah, sedangkan angka kedua adalah tekanan diastolik, yaitu tekanan ketika jantung beristirahat di antara denyut. [1]

Hipertensi juga bukan hanya masalah orang lanjut usia. Dalam Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, hipertensi berdasarkan hasil pengukuran ditemukan pada 9,3% penduduk usia 15–24 tahun dan 17,4% usia 25–34 tahun. [2]

 

Gejala Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Salah satu hal yang membuat hipertensi sulit dikenali adalah banyak orang tidak merasakan gejala apa pun. Karena itu, merasa sehat tidak selalu berarti tekanan darah normal. [1]

Pada tekanan darah yang sangat tinggi, seseorang dapat mengalami sakit kepala berat, nyeri dada, pusing, sesak napas, mual atau muntah, gangguan penglihatan, kebingungan, hingga gangguan irama jantung. [1]

Namun, gejala-gejala tersebut tidak secara khusus berarti seseorang mengalami hipertensi. Pemeriksaan tekanan darah oleh tenaga kesehatan tetap diperlukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya.

 

Penyebab dan Faktor Risiko

Risiko hipertensi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Beberapa di antaranya adalah pola makan tinggi garam, kurang aktivitas fisik, kelebihan berat badan atau obesitas, penggunaan tembakau, konsumsi alkohol berlebihan, serta faktor keturunan. [1]

Pada sebagian orang, kondisi lain seperti diabetes atau penyakit ginjal juga dapat berkaitan dengan risiko hipertensi. Faktor lingkungan, termasuk paparan polusi udara dalam jangka panjang, juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko. [1]

Bagi mahasiswa dan first-jobber, kebiasaan sehari-hari seperti terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi garam, kurang bergerak, atau mengabaikan pemeriksaan kesehatan dapat menjadi alasan untuk mulai lebih memperhatikan tekanan darah.

 

Bagaimana Hipertensi Didiagnosis?

Diagnosis tidak sebaiknya dilakukan hanya berdasarkan satu kali pengukuran atau berdasarkan gejala. Tekanan darah perlu diukur dengan cara yang tepat dan dapat memerlukan pengukuran berulang pada waktu berbeda. WHO menyebutkan bahwa hipertensi pada orang dewasa didiagnosis ketika tekanan darah memenuhi ambang tertentu pada pengukuran di dua hari berbeda. [1]

Tenaga kesehatan juga dapat menilai faktor risiko dan kondisi lain yang mungkin berkaitan dengan tekanan darah. Pedoman ESC 2024 menekankan pentingnya proses evaluasi yang sistematis dalam diagnosis dan penanganan tekanan darah tinggi. [3]

 

Pilihan Penanganan dan Pengobatan

Penanganan hipertensi biasanya mencakup perubahan gaya hidup. Pola makan yang lebih sehat, mengurangi konsumsi garam, meningkatkan aktivitas fisik, menjaga berat badan, berhenti menggunakan tembakau, serta membatasi konsumsi alkohol dapat membantu menurunkan tekanan darah dan risiko komplikasi. [1]

Jika perubahan gaya hidup belum cukup atau kondisi seseorang membutuhkan terapi medis, dokter dapat meresepkan obat antihipertensi. Jenis pengobatan dan target tekanan darah perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang, sehingga obat tidak sebaiknya dipilih atau dihentikan sendiri. [1, 3]

 

Langkah Sederhana untuk Menjaga Tekanan Darah

Mulailah dari kebiasaan yang realistis: lebih sering memilih buah dan sayuran, mengurangi makanan tinggi garam, rutin bergerak, menjaga berat badan, tidak merokok, membatasi alkohol, serta memeriksa tekanan darah secara berkala. WHO merekomendasikan orang dewasa melakukan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu atau 75 menit aktivitas intensitas berat, disertai latihan penguatan otot setidaknya dua hari per minggu. [1]

Tidak perlu menunggu muncul keluhan untuk mulai memperhatikan tekanan darah. Pemeriksaan berkala dapat membantu menemukan tekanan darah tinggi lebih awal.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika hasil pengukuran tekanan darah berulang menunjukkan angka tinggi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan untuk mendapatkan evaluasi yang tepat. Jangan mencoba mendiagnosis atau mengobati diri sendiri hanya berdasarkan hasil pengukuran di rumah.

Jika tekanan darah mencapai sekitar 180/120 mmHg atau lebih dan disertai gejala seperti nyeri dada, sesak napas, gangguan penglihatan, kebingungan, sakit kepala berat, atau gejala berat lainnya, segera cari pertolongan medis. [1]

 

Penutup

Hipertensi dapat terjadi tanpa gejala dan bukan hanya masalah usia lanjut. Mengenali faktor risiko, memeriksa tekanan darah, dan membangun kebiasaan hidup sehat sejak muda dapat menjadi investasi sederhana untuk kesehatan di masa depan.

Jika Anda memiliki kekhawatiran mengenai tekanan darah atau mendapatkan hasil pengukuran yang berulang kali tinggi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan profesional akan membantu menentukan langkah yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

 

 

Tag : Kenali hipertensi sejak muda, mulai dari gejala, faktor risiko, cara diagnosis, hingga langkah pencegahan dan kapan perlu memeriksakan diri ke dokter.

 

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan kondisi Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan terpercaya.

 

SUMBER RUJUKAN:
[1] World Health Organization (2025). Hypertension. WHO – Hypertension Fact Sheet

[2] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 – Prevalensi Hipertensi berdasarkan Diagnosis Dokter dan Hasil Pengukuran. Kemenkes RI – Tabel SKI 2023

[3] European Society of Cardiology (2024). 2024 ESC Guidelines for the Management of Elevated Blood Pressure and Hypertension. ESC – 2024 Guidelines