Pembuka

Penyakit jantung mungkin terasa seperti masalah yang jauh dari kehidupan mahasiswa atau first-jobber. Padahal, kesehatan jantung mulai dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari sejak usia muda, sehingga tidak ada salahnya mulai memperhatikannya sekarang.

Menjaga kesehatan jantung bukan berarti harus menjalani gaya hidup yang sempurna. Langkah sederhana seperti lebih aktif bergerak, tidak merokok, dan memperhatikan pola makan dapat menjadi bagian penting dari upaya menjaga jantung tetap sehat.

 

Apa Itu Penyakit Jantung?

Penyakit jantung adalah istilah yang mencakup berbagai kondisi yang memengaruhi jantung, termasuk penyakit pembuluh darah koroner, gangguan irama jantung, penyakit katup jantung, dan gagal jantung. Penyakit kardiovaskular juga mencakup gangguan pada pembuluh darah yang dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke. [1]

Salah satu bentuk yang banyak dikenal adalah penyakit jantung koroner, yaitu kondisi ketika pembuluh darah yang memasok darah ke otot jantung mengalami penyempitan atau penyumbatan, sering kali akibat penumpukan plak lemak di dinding pembuluh darah. [1]

 

Gejala Penyakit Jantung yang Perlu Diwaspadai

Gejala penyakit jantung dapat berbeda-beda tergantung jenis dan tingkat keparahannya. Bahkan, penyakit pembuluh darah dapat berkembang tanpa gejala yang jelas hingga muncul kejadian seperti serangan jantung. [1]

Beberapa keluhan yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Nyeri atau rasa tidak nyaman di bagian tengah dada.

  • Nyeri atau rasa tidak nyaman yang dapat menjalar ke lengan, bahu, punggung, leher, atau rahang.

  • Sesak napas.

  • Mudah merasa lelah.

  • Pusing atau merasa akan pingsan.

  • Keringat dingin.

  • Mual atau muntah. [1]

Gejala-gejala tersebut tidak selalu berarti seseorang mengalami penyakit jantung. Namun, keluhan yang baru muncul, berulang, atau terasa berat sebaiknya tidak diabaikan.

 

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyakit jantung dapat dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik, kondisi kesehatan, lingkungan, dan kebiasaan sehari-hari. Faktor risiko yang dapat dimodifikasi antara lain merokok, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, konsumsi alkohol berlebihan, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, diabetes, serta berat badan berlebih. [1,2]

Kemenkes RI juga menyoroti merokok, kurang aktivitas fisik, rendahnya konsumsi buah dan sayur, serta konsumsi gula, garam, dan lemak secara berlebihan sebagai perilaku yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. [2]

Usia muda bukan berarti bebas dari faktor risiko. Beberapa faktor risiko kardiovaskular dapat mulai terbentuk sejak masa remaja dan dewasa muda, sehingga kebiasaan sehat sejak awal kehidupan tetap penting. [3]

 

Bagaimana Penyakit Jantung Didiagnosis?

Diagnosis penyakit jantung tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan satu gejala. Dokter akan menilai keluhan, riwayat kesehatan, riwayat keluarga, faktor risiko, serta melakukan pemeriksaan fisik. [1]

Bila diperlukan, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan tambahan sesuai kondisi, seperti elektrokardiogram (EKG), yaitu pemeriksaan aktivitas listrik jantung, pemeriksaan darah, ekokardiografi untuk melihat struktur dan fungsi jantung, atau pemeriksaan pencitraan lainnya.

Karena jenis pemeriksaan bergantung pada kondisi masing-masing orang, pemeriksaan sebaiknya dilakukan berdasarkan penilaian tenaga kesehatan, bukan sebagai upaya mendiagnosis diri sendiri.

 

Pilihan Penanganan dan Pengobatan

Penanganan penyakit jantung disesuaikan dengan jenis penyakit, tingkat risiko, kondisi kesehatan, dan kebutuhan masing-masing pasien. Penanganan dapat mencakup perubahan gaya hidup, pengendalian faktor risiko, obat-obatan, rehabilitasi jantung, atau prosedur medis tertentu bila diperlukan. [1,3]

Karena terapi berbeda untuk setiap kondisi, jangan memulai, menghentikan, atau mengganti obat jantung tanpa berkonsultasi dengan dokter.

 

Cara Menjaga Kesehatan Jantung Sehari-hari

Menjaga jantung dapat dimulai dari kebiasaan yang sederhana dan realistis. Beberapa langkah yang direkomendasikan dalam pencegahan penyakit kardiovaskular meliputi:

  1. Berhenti merokok dan menghindari produk tembakau.

  2. Melakukan aktivitas fisik secara teratur.

  3. Memperbanyak buah dan sayuran serta menerapkan pola makan seimbang.

  4. Membatasi konsumsi garam, gula, dan lemak berlebih.

  5. Menjaga berat badan yang sehat.

  6. Memantau tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol bila berisiko.

  7. Mengelola faktor risiko bersama tenaga kesehatan. [1,2,3]

Tidak perlu menunggu sampai memiliki keluhan untuk mulai menjaga kesehatan jantung.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis apabila mengalami nyeri atau rasa tertekan di dada yang berat atau menetap, terutama jika disertai sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, atau nyeri yang menjalar ke lengan, punggung, leher, maupun rahang. Gejala tersebut dapat menjadi tanda serangan jantung dan membutuhkan penanganan segera. [1]

Jika keluhan lebih ringan tetapi berulang, mudah lelah tanpa sebab yang jelas, sering mengalami sesak, jantung berdebar, atau memiliki beberapa faktor risiko penyakit jantung, sebaiknya jadwalkan konsultasi dengan dokter.

 

Penutup

Menjaga kesehatan jantung tidak harus dimulai dengan perubahan besar. Justru, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten sejak usia muda dapat membantu mengurangi faktor risiko di kemudian hari.

Jika Anda mengalami gejala yang mengkhawatirkan atau memiliki faktor risiko penyakit jantung, jangan mencoba mendiagnosis diri sendiri. Konsultasikan kondisi Anda dengan dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

 

Keyword: Kenali penyakit jantung sejak muda, mulai dari gejala, faktor risiko, cara diagnosis, pencegahan, hingga tanda bahaya yang perlu segera diperiksa.

 

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan kondisi Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan terpercaya.

 

SUMBER RUJUKAN:

[1] World Health Organization (2025). Cardiovascular diseases (CVDs) – Fact Sheet.

[2] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2024). Kenali Gejala Jantung Sejak Dini.

[3] European Society of Cardiology (2021). 2021 ESC Guidelines on Cardiovascular Disease Prevention in Clinical Practice.